Google
 

Ponari Sweat

Entah apa yang dipikirkan Ponari, saat masuk sekolah hari pertama setelah sekian lama membolos, dia berubah 180 derajat menjadi anak yang acuh pada pelajaran. Saat gurunya menerangkan pelajaran, dia malah asik bermain HP kameranya sehingga terkesan sedikit pamer dan jelas mengganggu konsentrasi teman-teman sekelasnya. Maju ke depan kelas dan mengambil gambar foto teman-temannya yang sedang belajar, saat gurunya sedang menerangkan, cukup membuat orang seperti saya menjadi risih melihatnya. Sang Guru sebenarnya punya hak untuk menegur dan memarahi, tetapi itu tidak beliau lakukan, mungkin karena ada kamera yang sedang menyorot. Tapi dari beberapa berita yang saya peroleh, sang guru cukup merasa senang dengan kembalinya Ponari ke sekolah sehingga tidak ketinggalan pelajaran lagi. Sampai kapankah Ponari akan kembali seperti dulu...

Itu adalah sedikit cuplikan berita tentang Ponari, yang saat ini sedang ramai dibahas, di salah satu televisi swasta kemarin malam. Di media koranpun tidak kalah hebohnya. Dan yang membuat saya tersenyum adalah kraetifitas para pembuat anekdot yang menciptakan anekdot Brand Produk baru minuman isotonik Indonesia yang terkenal sampai luar negeri.

Sebagai enterpreneur minded, saya menganggap ini adalah lahan bisnis baru yang menjanjikan dan cukup potensial untuk digarap. Ide bisnisnya adalah menciptakan produk minuman isotonik baru made in Jombang - Indonesia, dengan membangun pabrik khusus di Jombang, bakal menyerap ribuan tenaga kerja baru yang bisa membantu program pemerintah dalam pengurangan pengangguran. Juga tidak akan mengganggu Ponari yang harus sibuk melayani ribuan pasiennya karena harus menyelupkan batu ajaibnya satu persatu ke dalam gelas pasien, dan dia bisa tetap bersekolah dengan damai. Caranya adalah dengan membangun kontrak kerjasama MOU dengan Ponari untuk menyelupkan batu ajaibnya cukup ke dalam sungai yang ada di dekat rumahnya secara berkala, dengan demikian orang-orang yang datang untuk berobat juga tidak perlu capek berdesak-desakan sampai mati, cukup ambil dari sungai cukup bayar uang masuk.

Kemudian bagi konsumen yang lebih mengutamakan kebersihan, Investor tinggal membangun kolam-kolam penampungan air sungai di wilayah kediaman Ponari di Jombang, yang kemudian dialirkan ke kilang-kilang penampung utama untuk di sterilisasi atau dimasak biar mematikan bakteri air yang ada. Jangan lupa saat memasukkan ke dalam botol-botol kemasan atau kaleng minuman, diberi label produk yang khusus dan menarik, sehingga para pembeli bisa merasakan keampuhan batu ajaib Ponari yang telah disterilisasi dan ditambahkan mineral-mineral isontonik, sehingga selain bisa sebagai pengganti cairan tubuh setelah lelah berolahraga, juga bisa mengobati berbagai macam penyakit seperti, kanker, tumor ganas, stroke, tangan kaki buntung, bibir perot, darah tinggi, cholesterol dsb.

Saran saya, produk kemasan yang sudah jadi tadi berilah nama seperti dibawah ini....

Selamat Menikmati...


Baca Artikel Yang Lain



ARIEF MAULANA said...

Mas... idenya dikirimkan ke ponari aja. Tapi jangan langsung dikasihkan... diiming-imimng dulu mas.
Kalau mau info lebih lanjut bayar sekian... hehehe...

Btw, dapet dari mana mas gambar ponari sweatnya? apa ngolah sendiri?

admin said...

Hehe, bisa-bisa ntar saya digebuki sama keluarganya Ponari pak, yang pada gak kebagian duit, lha wong Bapaknya aja dihajar.

Dapet dari email temen2 neh pak, tapi sebelumnya sudah punya ide mo bikin gini, eh malah keduluan orang lain. Tapi gpp masih fresh idenya...