Google
 

Film Laskar Pelangi


Nah, ini dia motivasi terbaru yang gak boleh terlewatkan. Bisa dibilang ini adalah Novel pertama yang pertama kali Qatam dibaca. Dari dulu saya kurang begitu menyukai baca novel karena panjang banget ceritanya, pokoknya anti sekali, yang dibaca hanya seputar buku-buku pengembangan diri dan motivasi.

Waktu itu saya selalu beranggapan baca novel buang-buang waktu, kerjaan jadi terbengkalai karena ketagihan, misalnya karena ceritanya bagus dan bersambung terus tiap babnya, jadi kita harus sampai selesai membacanya. Wuih cuapek deh.

Tapi itu dulu. Sampai akhirnya saya melihat tumpukan Novel berderet dengan tiga judul yang berbeda dan pengarang yang sama. Rupanya Novel ini diterbitkan secara bersamaan : Laskar Pelangi (1), Sang Pemimpi (2), dan Edensor (3).

Pikir saya, gila banget nih orang bisa nulis langsung 3 novel bersamaan. Andrea Hirata, hmm seperti apa sih? Akhirnya, saya comot juga satu judul novelnya. Yang tertarik saya beli adalah Sang Pemimpi, bukannya Laskar Pelangi. Langsung dibaca deh...

Luar biasa, kisah hebat, menyentuh, menginspirasi, pengorbanan, pantang menyerah, pokoknya berbagai ungkapan positif yang muncul. Andrea Hirata memberikan caranya tersendiri dalam memotivasi seseorang.

Dan benar saja seperti yang saya takutkan, baca novel tuh bikin sakau. Dalam 2 malam tuh buku Qatam dibaca, langsung lari ke TogaMas buat beli yang Edensor, soalnya penasaran sih sama kelanjutan hidupnya saat kuliah, kehidupan saat kecil malah gak tertarik.

Dan sekarang, mulai dibikin versi layar lebarnya. Insya Allah pasti nonton. Anda semua juga wajib nonton. Pengadaptasian novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata ini ke layar lebar oleh Miles Film, saat ini tengah memasuki tahapan produksi. Dan sudah dipastikan oleh Mira Lesmana selaku produser film ini bahwa, akan ada perbedaan di antara novel dan filmnya. Dengan kata lain, ada hal-hal yang tidak terdapat di novel namun ada di film, dan ada hal yang tidak terdapat di film, namun ada di dalam novel.

Salah satu perbedaannya adalah adanya penambahan tokoh-tokoh yang tidak ada di novel. “Sebenarnya supaya lebih membantu, karena kalau dalam penulisan skenario itu ada hukum dramanya, dan kita membutuhkan tokoh-tokoh yang bisa mengangkat dramanya,” jelas Mira Lesmana yang ditemui dalam acara press briefieng film Laskar Pelangi beberapa waktu lalu di Jakarta.

Ditambahkan oleh wanita kelahiran Jakarta 8 Agustus 1964 ini, bahwa ia tidak hanya asal memunculkan satu tokoh baru yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan cerita yang ada di novel. “Penambahan tokoh di sini untuk lebih membangkitkan nilai dramanya, dan itu saya coba menampilkan satu tokoh yang merupakan guru dari SDN, sebagai pembanding dengan guru Muhammaddiyah, dan itu akan lebih memperkuat drama,” tutur adik dari musisi Indra Lesmana ini.

Mira memberikan satu contoh lain. Ketika ia berbincang-bincang dengan Bu Mus (seorang guru yang diceritakan di dalam novel), Mira mendapatkan fakta menarik bahwa ternyata SD Muhammaddiyah tersebut bisa tetap berdiri karena bantuan dari seorang dermawan. ”Namanya Pak Zulkarnaen. Diceritakan oleh Bu Mus dia adalah orang yang sering memberikan beras atau apapun, yang di dalam film akan diperankan oleh Slamet Rahardjo, dan ini juga tidak ada di novel,” tambah wanita yang aktif di dalam gerakan MFI ini.

Namun dengan adanya perbedaan di antara novel dan film, Mira mengharapkan setelah orang menonton filmnya, akan tergerak untuk juga membaca novelnya. Itu Pasti.

Baca Artikel Yang Lain



ndöp™ said...

aku nonton gak ya pilmnya?? kayaknya bagus deh bos...

ayih, mampir di blogku yang baru...
http://ndop.co.cc

agusta motivation said...

kamu wajib nonton Ndop, biar kuliahmu cepet kelar, hehe, bisa termotivasi tuh.

khoerul amri said...

hm.....gini aku tertarik nih ma filmnya.hm kalo download itu di alamat nya pa ya?
nih aku mau download film tu biar ntar bisa nonton juga .....bisa bntu g?

agusta said...

Wah, mas khoerul, maap sekali nih, saya tidak tahu alamat DL filmnya karena memang khan belum terbit.

Dan saya pribadi lebih memilih menunggu launching filmnya langsung di bioskop, bentar lagi keluar kok, insya allah akhir bulan deh.

Atau kalo mau lebih sabar, bisa nunggu dvd/vcd originalnya keluar di persewaan..hehe. Ingat, membajak itu dosa..kata Bang Roma.

Sabar ya Mas.