
Mengambil salah satu tulisan dari milis rekan-rekan TDA, semoga bermanfaat.
Assalammualaikum wr wb,
Rekans,
Saya ingin sharing: dulu saya sering 'berantem' dengan istri saya, perihal bisnis kami, tapi setelah kita tau ilmunya, akhirnya kami merasa indah, seindah penganten baru...jadi hati-hati bisnis bersama suami-istri...akan membuat anda seindah pengantin baru.
Cara yang kami lakukan:
1. Setting GOAL bersama antara anda dan pasangan anda, jika anda pernah nonton the secret, aplikasikan itu...masing masing pribadi pastinya punya mimpi dalam hidupnya.
Kemudian anda setting goal bersama antara anda dan pasangan anda, dan tulis goal tersebut, jika perlu pasang juga gambar goal / mimpi bersama anda, seperti misal: ingin punya rumah 3000M, mobil alphard, ingin punya panti asuhan,dll. Pastikan goal tersebut anda sepakati berdua dengan pasangan anda.
2. Cari jalan untuk mencapai goal tsb dalam bisnis anda berdua, misal bagaimana menciptakan leverage dalam bisnis, manajerial, marketing, dll, atau yang belum punya bisnis, cari bisnis apa yang kira-kira sesuai passion anda. Juga jangan lupa berdoa ke Allah SWT / Tuhan YME atas impian2 anda berdua.
Cari jalan bisa dengan berbagai cara, mungkin bisa belajar pada seminar2, punya mentor, punya coach, dll..Inti nya ACTION!
3. Jangan saling menyalahkan antara satu dengan yang lain...buang namanya blaming...blaming sudah basi, dan gak ada arti. Paling penting adalah fokus pada jangka panjang dan penyelesaian2 masalah dalam bisnis anda.
4. Bagi tugas antara anda dan pasangan anda dalam bisnis, sehingga tidak tumpang tindih.
5. Jika GOAL bersama sudah mulai berhasil, bicarakan kembali dengan pasangan anda sambil tetap mensetting goal pribadi anda, mana kira2 yang lebih dulu bisa dipenuhi dari hasil usaha anda berdua dan jangan lupa Infaq dan Shodaqoh, karena kekuatan amal ini sungguh luar biasa.
6. Jika mungkin kita (anda berdua) bisa belajar, tentang pemikiran anda tentang / terhadap uang secara bersama-sama, money archetype mana yang anda punya misal: Innocent, Victim, Warrior, Martyr, Fool, Creator artist, Tyrant, Magician, tujuannya agar terjadi saling menghargai.
Nah begitulah kira-kira yang kami lakukan dari dulu hingga sekarang...goal tetap direview sampai sekarang bersama-sama.
Salam Dashyat....
Darmadi. K
Bagaimana menseting GOAL anda bersama istri (atau suami) dalam bisnis?
Diposting oleh
Agus Fitrianto, SPt
0
komentar
Label: Motivasi Sukses
Hidup Begitu Berharga
"It's your choice, make it great day! - Itu pilihan Anda, jadikan hari Anda menyenangkan." Greg Gorman.
Hidup ini sebenarnya sangat singkat, karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan nanti. Kata sang Buddha, hidup ini hanya 2 tarikan nafas. Jika kita berhasil menghirup udara, belum tentu kita berhasil mengeluarkannya.
Sekadar ilustrasi, jika Anda ingin hidup 70 tahun, berarti waktu yang Anda miliki 25.500 hari atau 613.200 jam. Itupun sebagian besar digunakan pada masa kanak-kanak dan kita belum mengerti bagaimana menjalani kehidupan ini. Bisa jadi waktu yang benar-benar kita miliki hanya sepertiga bagian atau bahkan seperempat bagian saja.
Apa yang Anda rasakan ketika Anda mendengar kesaksian dari orang-orang yang selamat dari bencana? Begitu berat perjuangan mereka untuk dapat bertahan hidup, sehingga mereka dapat berbagi cerita dengan Anda. Saya tidak bermaksud menakut-nakuti, tetapi sekadar mengingatkan begitu singkat dan berharganya hidup kita. Sayang sekali jika waktu dan kesempatan yang masih kita miliki tersia-sia karena kita tidak mampu menghargai kesempatan ‘emas' dari Tuhan YME.
Sepantasnya kita bersyukur, karena kita tak harus menjalani masa-masa kritis di mana kemungkinan hidup dan mati sangat tipis akibat sakit, tertimpa bencana alam, kecelakaan dan lain sebagainya. Pasti Anda termasuk orang yang beruntung jika sampai pada bagian ini Anda tergerak hati untuk menggunakan sisa waktu yang masih Anda miliki untuk melakukan banyak hal yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Beberapa hal di bawah ini mungkin dapat membantu Anda semakin menghargai kehidupan sehingga Anda dapat lebih menikmatinya.
Pertama ciptakanlah visi atau impian. Definisikan dengan jelas bagaimana Anda ingin memberi arti bagi kehidupan ini. Javan, penemu gas laser kelahiran Iran mengatakan, "Saya tidak berharap menjadi segalanya bagi setiap orang. Saya hanya ingin menjadi sesuatu untuk seseorang." Pasti Anda mempunya pendapat lain bagaimana memberi arti terhadap kehidupan Anda sendiri.
Setelah itu lakukanlah instropeksi diri. Jika Anda menemukan hal-hal yang membuat hidup Anda tidak nyaman, maka rencanakan untuk membuat beberapa perubahan yang dibutuhkan. Pastikan bahwa rencana perubahan-perubahan tersebut dapat mendekatkan Anda pada visi tersebut dan membuat Anda semakin menghargai apa yang Anda miliki.
Langkah terpenting selanjutnya adalah melaksanakan perubahan seperti yang sudah Anda rencanakan sebelumnya. Pada proses ini Anda akan menemukan semakin banyak nilai-nilai yang pada akhirnya ikut mempengaruhi pikiran, keputusan, tindakan, dan pengalaman hidup Anda. Dalam hal ini Anda juga harus pandai memanajemen waktu agar waktu Anda benar-benar termanfaatkan dengan baik. "Decide upon your major definite purpose in life and then organize all activities around it. - Putuskan target hidup Anda secara garis besar, lalu rencanakan tindakan-tindakan untuk mencapainya," kata Brian Tracy.
Semakin keras Anda bekerja, semakin besar hasil yang akan Anda dapatkan. Bukan berarti saya anjurkan kerja keras mengejar materi semata, melainkan mengejar pemenuhan kebutuhan fisik, mental, spiritual, dan sosial. Pemenuhan semua kebutuhan hidup tersebut harus pula seimbang.
Untuk itu berilah tubuh Anda dengan asupan gizi yang cukup sebagai modal untuk bekerja keras. Dengan fisik yang sehat sangat mungkin Anda dapat melakukan banyak hal yang positif dan menjadikan kehidupan Anda lebih baik dan berarti bagi diri sendiri dan orang lain. Jangan sia-siakan tubuh Anda dengan melakukan tindakan-tindakan konyol yang membahayakan jiwa atau mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat merusak kesehatan. Jadwalkan secara rutin olah raga atau yoga agar tubuh lebih segar dan berstamina.
Gunakan juga kesempatan yang masih tersisa untuk memperluas wawasan. Bacalah buku atau ikuti seminar atau dengarkan radio yang dapat menginsiprasi ide-ide, keterampilan, maupun semangat baru. Dengan demikian Anda dapat bertindak dan bertutur kata lebih baik sehingga kualitas hidup Anda lebih baik, lebih kreatif, tidak mudah stres atau putus asa.
Hubungan sosial sangat penting agar kehidupan Anda lebih menyenangkan. Sekali-kali luangkan waktu bersama-sama orang-orang di sekitar Anda. Jangan segan berbagi waktu atau hadiah-hadiah kecil, misalnya terlibat dalam kerja bakti di lingkungan sekitar rumah, memberi kado unik kepada pasangan, dan lain sebagainya. Banyak sekali yang bisa Anda lakukan untuk membangun hubungan baik dengan orang lain agar hidup Anda lebih menyenangkan. Beberapa contoh tindakan sederhana yang dapat Anda lakukan untuk menciptakan hubungan baik dengan orang lain adalah lebih mencintai, lebih banyak memberikan senyuman manis, lebih ramah dalam melayani, dan lain sebagainya.
Sedangkan kekuatan spiritual adalah sumber kebajikan, sebagai kunci keseimbangan hidup Anda. Oleh sebab itu dekatkanlah diri kepada Tuhan YME dengan beribadah dan melaksanakan juga nilai-nilai kebajikan sesuai dengan agama yang Anda anut. Kekuatan spiritual akan mencegah Anda dari kebiasaan- kebiasaan buruk misalnya mengeluh dan lain sebagainya. Sebaliknya Anda menjadi lebih pandai bersyukur dan menghargai kehidupan Anda.
Langkah selanjutnya adalah menggunakan nilai-nilai kebaikan dalam agama, sosial, maupun ilmu pengetahuan ke dalam aktifitas kehidupan sehari-hari secara konsisten. Semakin banyak nilai-nilai kebaikan yang dapat Anda terapkan, kehidupan Anda akan terus lebih baik. Suatu saat Anda akan dapat menikmati kehidupan yang dulu mungkin Anda anggap jauh dari angan.
Dalam melaksanakan beberapa langkah yang saya uraikan di atas tentu membutuhkan kemauan yang keras dan kedisiplinan. Meskipun masing-masing di antara kita memiliki keterbatasan, tetapi Tuhan YME menyediakan banyak sekali pilihan. Saya yakin Anda dapat melaksanakan langkah-langkah tersebut dengan baik, jika Anda betul-betul mencintai diri Anda dan memilih untuk menggunakan kesempatan 'emas' yang masih Anda miliki dengan sebaik-baiknya.
Andrew Ho
Diposting oleh
Agus Fitrianto, SPt
0
komentar
Label: Motivasi Sukses
Mengelola Arus Kas Pribadi
Menurut Adam Khoo dalam Secret of Self Made Millionaires, ada perbedaan penting yang membedakan orang dalam kemampuan menciptakan kekayaan ternyata tidak hanya pada seberapa besar pendapatan yang telah diterima, tetapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana cara mereka mengolah uang yang diperoleh.
Dalam hal ini, Adam Khoo membaginya menjadi 3 bagian:
1. Pengelolaan arus kas orang-orang miskin
Mereka dengan pola pikir orang miskin biasanya berasal dari buruh-buruh kasar ataupun eksekutif yunior.Mereka cenderung membelanjakan seluruh pendapatan mereka. Mereka hidup untuk hari yang sedang dijalaninya tanpa banyak berpikir tentang masa depan. mereka menabung sangat sedikit sekali atau bahkan tidak sama sekali dengan alasan pendapatannya sangat kecil.
Ketika memperoleh kenaikan gaji, biasanya mereka berpikiran untuk segera membelanjakannya secepat mungkin. Akibatnya, mereka tidak mempunyai keamanan finansial. Dan ketika kehilangan pekerjaan atau mengalami pemotongan gaji, mereka akan mengalami kesulitan besar untuk bertahan hidup.
2. Pengelolaan arus kas orang-orang menengah
Mereka dengan pola pikir kelas menengah biasanya berasal dari kalangan profesional, eksekutif tingkat menengah dan senior dengan gaji lebih besar. Biasanya setelah mengurangi pengeluaran bulanan dari pendapatan, mereka akan menabung sisanya. Masalahnya adalah mereka cenderung untuk menggunakan tabungannya untuk membeli lebih banyak aset-aset arus kas negatif (rumah besar, mobil mewah, barang mewah, dsb) daripada membeli aset-aset arus kas positif (saham, obligasi, deposito, kekayaan intelektual, properti dan bisnis).
Karena alasan inilah, sebagian besar keluarga kelas menengah ini terlihat kaya tetapi sebenarnya hanya memiliki kekayaan bersih yang amat kecil atau bahkan negatif. Meskipun rumah dan mobilnya berharga ratusan juta, namun mereka ternyata memiliki nilai yang amat kecil.
Dan pada kenyataannya, ternyata mereka ini memiliki kemanan finansial yang jauh lebih kecil lagi. Sehingga apabila sampai kehilangan pekerjaan atau mengalami pemotongan gaji, mereka akan berakhir dengan memiliki pinjaman yang besar, biaya bulanan yang juga besar dan terlilit utang.
Banyak dari kalangan ini yang menderita tekanan finansial yang tinggi, bekerja keras setiap bulannya untuk membayar tagihan bank yang besar.
3. Pengelolaan arus kas orang-orang kaya
Jadi bagaimana para orang kaya mengelola uang mereka sehingga mereka tidak perlu bekerja lagi? Biasanya mereka menetapkan target yang spesifik tentang berapa uang yang akan ditabung (yg biasanya berkisar 15-20%). Mereka mengambil tabungan ini dari pendapatan yang diterimanya dan membelanjakan sisanya.
Tak seperti mereka yang berpola pikir menengah, pola pikir kaya memotivasi mereka untuk mengambil tabungan dan menginvestasikannya dalam arus kas positif yang dapat memberikan keuntungan dan kenaikan nilai. Mereka lebih memilih menanamkan uangnya secara hati-hati untuk membeli saham, dana bersama, properti, dan bisnis daripada memboroskannya untuk membeli TV LCD plasma.
Meskipun kadang mereka membeli barang-barang mewah untuk memanjakan diri, namun jumlah aset kas positifnya masih jauh melebihi aset arus kas negatifnya. Hasilnya, tambahan pendapatan pasif yang dihasilkan dari investasi mereka melebihi pengeluaran untuk hal-hal "ekstra" semacam ini. Mereka terus rajin menabung dan berinvestasi sampai aset arus kas positif yang dimilikinya mulai memberikan arus kas yang cukup untuk memenuhi, bahkan melebihi pengeluaran. ketika kondisi ini tercapai, mereka berada pada tingkat kebebasan keuangan, dimana mereka dapat memilih untuk berhenti bekerja dan tetap dapat meneruskan gaya hidupnya saat ini tanpa batasan.
Jadi, ternyata pola pikir saya dalam mengelola arus kas adalah : pola pikir miskin / pola pikir menengah / pola pikir kaya (coret yg tidak perlu) ...:))
--
Donny Kris P.
Gubernur TDA Ngalam
Diposting oleh
Agus Fitrianto, SPt
0
komentar
Label: Motivasi Sukses
Kecerdasan Mempengaruhi Kebahagiaan dan Kesuksesan
Bahagia dan sukses dapat diprediksi! Bahagia dan sukses adalah buah dari perilaku. Karena itu bila kita mempunyai perilaku orang yang bahagia dan sukses, pasti suatu saat menjadi bahagia dan sukses pula.. Perilaku adalah buah dari kebiasan. Kebiasaan dimulai dari sikap. Sikap dipengaruhi oleh paradigma. Paradigma dipengaruhi oleh pengetahuan. Jadi, awalnya adalah pengetahuan. Setiap hari, pengetahuan beredar secara berlimpah ruah di sekeliling kita. Kemampuan menangkap pengetahuan, mengolahnya, menghayatinya, dan menjadikannya sebagai aksi untuk meraih tujuan, sangat dipengaruhi oleh kecerdasan.
Dr. Stanley dalam karyanya The Millionaire Next Door yang berisi penelitiannya terhadap para milyuner di Amerika menunjukkan bahwa para orang sukses memiliki kecerdasan yang cukup baik. Para milyuner yang diteliti berasal dari berbagai kalangan seperti kontraktor las, penjual barang bekas, petani, pembasmi hama, hingga penjual koin. Yang jelas, mereka mempunyai satu kesamaan yaitu sangat merdeka secara finansial. Kebanyakan mereka hidup relatif sederhana dibandingkan dengan jumlah kekayaannya. Mobil mereka seperti rata-rata milik orang kebanyakan, rumah mereka berada di perumahan orang kebanyakan. Mereka juga bergaul dengan orang kebanyakan. Sebagian besar dari mereka tidak suka tampil di depan publik. Mereka rata-rata bersekolah dengan baik. Kalaupun putus sekolah, itu dikarenakan kondisi ekonomi keluarga, bukan karena mereka tidak cerdas.
Jadi para milyuner ini memiliki kecerdasan intelektual, IQ, yang baik. Mereka juga adalah orang-orang yang tangguh, ulet, sabar, mampu mengendalikan diri, bermasyarakat dengan baik, memiliki keluarga harmonis, dan berbagai hal lain yang menjadi bukti bahwa mereka memiliki kecerdasan emosional, EQ, yang baik. Semua dari mereka juga setuju bahwa kehidupan spiritual, pelayanan, dan sedekah adalah hal yang sangat penting. Kebanyakan dari mereka menyumbangkan penghasilan 10 persen atau lebih dari pendapatan kotor. Mereka meyakini Tuhan sebagai sumber pemberi rizki, sebagai pendamping yang tidak kelihatan, atau sering disebut sebagai "silent partner". Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kecerdasan spiritual, SQ yang sangat baik.
Studi terhadap orang-orang yang sangat sukses menujukkan bahwa mereka juga memiliki ciri-ciri lain yang menonjol. Pertama, mereka mempunyai mimpi yang besar, tujuan yang jelas, dan teguh memegang mimpinya tersebut. Kedua, mereka tidak bekerja sendirian, mereka mampu memanfaatkan kekuatan yang ada di dalam dirinya maupun di sekeliling dirinya. Jadi, mereka mengembangkan dua kecerdasan lainnya sebagai pelengkap dari IQ-EQ-SQ. Mereka mengembangkan kecerdasan yang disebut Kecerdasan Aspirasi (Aspiration Intelligence), dan Kecerdasan Kekuatan (Power Intelligence). Ternyata para orang sukses mengembangkan lima kecerdasan dengan seimbang! Kelima kecerdasan ini kita sebut Kecerdasan SEPIA (Spiritual - Emotional - Power - Intellectual - Aspiration).
Dalam sisi manusia yang lebih dalam, sesungguhnya kita memiliki anugerah ilahi yang membuat diri kita unik. Anugerah ilahi terpenting ini adalah "kebebasan untuk memilih". Dari anugerah penting inilah anugerah–anugerah yang lain saling terkait. Manusia dilengkapi dengan anugerah kesadaran diri, imajinasi, suara hati, dan kehendak bebas. Manusia juga mendapat anugerah proses, yaitu senang belajar dan senang bertanya. Ketika berbagai anugerah ini dipadukan maka manusia mampu membangun peradaban dalam bentuk kehidupan sosial bermasyarakat, berbisnis, pendidikan, seni, dan teknologi. Di sisi dalam, manusia juga mampu menyempurnakan pemahamannya tentang kemanusiaan, makna kehidupan, arti suatu pengorbanan, dan bakti kepahlawanan.
Sayangnya anugerah ini sering tertimbun oleh kesibukan sehari-hari. Kecerdasan SEPIA adalah suatu upaya untuk menerbitkan kembali semua potensi dalam diri kita untuk meraih bahagia dan sukses.
Diposting oleh
Agus Fitrianto, SPt
2
komentar
Label: Motivasi Sukses
Bahagia Dan Sukses
Sukses tidak menjamin bahagia, kata banyak orang. Apalagi tidak sukses, lebih tidak menjamin bahagia, kata sebagian yang lain. Benarkah penting bagi kita untuk meraih sukses?
Mari kita sejenak merenungi arti sukses. Bila seseorang menginginkan sesuatu lalu dia mendapatkannya, maka dia disebut sukses. Bila orang tersebut sebelumnya tidak menginginkan sesuatu, lalu tiba-tiba mendapatkannya, apakah juga disebut sukses? Tidak, dia tidak disebut sukses. Jadi sukses adalah sebutan untuk pencapaian sesuatu yang diinginkan.
Kini mari kita renungi apa itu bahagia. Ada nyaman, ada senang, ada gembira, ada bahagia. Seseorang sedang tiduran di tepi pantai. Badannya terasa nyaman menikmati siliran angin sepoi-sepoi dan bunyi deburan ombak yang menghempas ke pasir. Rasa hangat dan santai mengaliri sekujur tubuhnya, hatinya pun senang dan tenteram. Apakah dia bahagia? Seseorang yang lain sedang melakukan olahraga arung jeram, berjuang keras mengatasi guncangan arus ke kanan dan ke kiri. Berjuang sungguh-sungguh di tepi intaian maut. Energi terkuras, badan terasa sangat letih. Anehnya hati merasa riang dan gembira. Apakah dia bahagia?
Kisah yang lain lagi. Ini untuk kesekian kalinya ia merasakan getaran hati yang sama. Sesuatu yang indah tak terjelaskan. Sesuatu yang begitu mengharukan hati. Di hadapannya tersenyum lebar seorang anak dengan kaki kecil dan bengkok, kaki yang tiada kuasa menopang tubuh mungil itu. Anak ini terserang polio di usia nya yang ke 3 tahun. Dan sejak itu, telah lima tahun dia terbaring hanya di ranjangnya. Hari ini, dengan pemberian kursi roda bekas yang agak reyot, anak itu mendapatkan kesempatannya kembali untuk menjelajahi dunia. Oh Tuhan, terimakasih telah Engkau beri aku kesempatan untuk memberi sedikit harapan kepada makhlukmu yang lain… bisiknya di dalam hati. Bahagiakah orang ini?
Berbeda dengan sukses, bahagia lebih sulit dinilai. Bila sukses diukur dari seberapa jauh pencapaian seseorang terhadap apa yang dia inginkan, maka bahagia muncul dengan cara yang ajaib. Dia subyektif, dia dirasakan. Dengan demikian dia sulit diukur, kecuali oleh yang mengalaminya.
Seseorang yang bahagia dapat dikatakan sukses, bila memang perasaan bahagia itulah yang ia idamkan, dan kemudian ia meraihnya. Orang lain dapat pula sukses, tapi tidak bahagia, karena memang bukan bahagia itu idamannya. Mungkin dia mengidamkan kekayaan, dan meraihnya. Mungkin mengidamkan ketenaran, dan juga meraihnya. Karena itulah terdapat ungkapan, sukses meraih kebahagiaan. Jadi, sukses adalah status pencapaian, sedangkan bahagia adalah salah satu obyek yang bisa dijadikan tujuan.
Kalau bahagia adalah obyek, maka pertanyaannya adalah: seperti apakah rasa bahagia itu? Ada banyak usulan tentang hal ini, mulai dari yang berciri fisik seperti munculnya zat tertentu di otak, hingga yang sangat filosofis seperti munculnya rasa dicintai Tuhan. Mari kita ambil contoh salah satu definisi, yaitu ciri-ciri yang diusulkan oleh Rick Foster dalam buku How we Choose to be Happy.
Bahagia sejati adalah suatu perasaan yang kuat dan langgeng berupa rasa tenang, puas, mampu, dan kendali penuh atas diri sendiri. Bahagia juga berarti mengetahui kondisi dan keinginan diri, lebih merespon kebutuhan yang nyata daripada tuntutan orang lain, sadar merasakan hidup saat ini, dan mampu menikmati buah kehidupan.
Kriteria pilihan Rick Foster tersebut ternyata merupakan ciri-ciri emosi dan mental. Merujuk kriteria tadi cukup jelas bahwa kita dapat meraih kebahagiaan melalui sukses dengan cara selalu menetapkan tujuan yang dapat menimbulkan bahagia tersebut. Dengan demikian saat tujuan tercapai, maka tercapai pula bahagia. Selain itu, karena bahagia bersifat subyektif, maka kita bahkan dapat menciptakan rasa bahagia sepanjang perjalanan menuju sukses.
Dapatkah kita bahagia tanpa sukses? Tentu dapat, terutama bila itu hanya ditujukan untuk diri sendiri. Seseorang yang miskin, namun mampu mensyukuri keadaannya, tentu dia dapat merasakan kebahagiaan. Masalah muncul bila kita bicara tentang kebahagiaan yang diraih dengan berkontribusi ke sesuatu di luar kita, maka tidak sukses boleh jadi akan menghambat tercapainya sebagian kebahagiaan. Andaikan seseorang yang bahagia tapi miskin tersebut adalah seorang ayah dari 3 orang anak. Suatu ketika anaknya sakit dan dia tidak mampu membiayai untuk berobat, maka boleh jadi saat itu sangat sulit untuk berbahagia. Demikian juga saat tidak punya makanan, tidak mampu menyekolahkan, tidak mampu meluangkan waktu bersama, dan sebagainya. Karena itu sebuah kesuksesan merupakan hal penting. Semakin kita sukses, semakin besar peluang untuk berbahagia dengan memberikan kontribusi ke sesuatu di luar diri kita.
Karena sukses dan bahagia dua hal terpisah, dapatkan bahagia mengantarkan kita ke sukses? Anda sudah tahu jawabannya, tentu saja dapat. Bila bahagia adalah tujuan yang kita pilih, maka mampu merasa bahagia saja sudah disebut sukses. Banyak orang mengalami, keputusan untuk menjadi bahagia akhirnya mengantar mereka untuk mencapai sukses yang lebih tinggi dan lebih banyak.
Diposting oleh
Agus Fitrianto, SPt
1 komentar
Label: Motivasi Sukses
10 Tips Menciptakan Bisnis Sukses
Bagi anda yang ingin mencoba membuka usaha, berikut ini ada 10 langkah yang bisa memandu Anda menyusun bisnis agar bisa berjalan dan sukses :
1. Kerjakan apa yang Anda sukai. Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil, jadi sangat penting bahwa Anda sangat menikmati secara mendalam apa yang Anda kerjakan, apakah menjalankan sewa pemancingan, mengkreasikan tembikar atau memberikan nasehat keuangan.
2. Mulai bisnis Anda ketika Anda masih bekerja. Berapa lama paling banyak orang bisa tanpa uang? Tidak lama. Dan ini akan menjadi waktu yang lama sebelum bisnis baru Anda benar-benar membukukan keuntungan. Menjadi karyawan ketika memulai bisnis berarti ada uang di saku ketika Anda memasuki proses memulai bisnis.
3. Jangan kerjakan hal tersebut sendirian. Anda membutuhkan dukungan ketika memulai bisnis (dan setelahnya). Seorang anggota keluarga atau teman yang dapat memberikan ide dan akan mendengat secara simpatik hingga hal penting tarakhir memulai bisnis tidak ternilai harganya.
4. Pertama dapatkan klien atau pelanggan. Jangan menanti sampai Anda telah secara resmi memulai bisnis hingga garis ini, karena bisnis Anda tidak dapat bertahan tanpa mereka. Kembangkan jaringan atau network, buat kontak. Jual atau berikan produk atau jasa Anda. Anda tidak dapat memulai pemasaran terlalu cepat.
5. Tulis perencanaan bisnis. Alasan penting membuat rencana bisnis adalah langkah ini dapat membantu Anda menghindari habisnya waktu dan uang mwmulai bisnis yang tidak akan sukses.
6. Lakukan riset. Anda akan mengerjakan banyak penelitian sepanjang rencana bisnis, tetapi itu barulah awalnya. Anda untuk menjadi ahli dalam industri Anda, produk dan jasa. Jika Anda telah selesai. Bergabung pada asosiasi industri atau profesional yang berhubungan dengan bisnis Anda sebelum memulai bisnis merupakan ide yang bagus.
7. Dapatkan bantuan profesional. Di satu sisi, hanya karena Anda menjalankan bisnis kecil, bukan berarti Anda harus menjadi ahli di bidang apa pun. Jika Anda bukan seorang akuntan, hire lah satu atau dua orang misalnya. Jika Anda ingin menulis kontrak, dan Anda bukanlah seorang lawyer, hire lah 1 orang. Anda akan membuang lebih waktu dan munkin juga uang untuk mencoba melakukannya sendiri pekerjaan dimana Anda tidak memiliki kualifikasi untuk mengerjakannya.
8. Dapatkan uang. Simpan jika harus, mendekati investor potensial dan pemberi pinjaman. Gambarkan perencanaan keuangan jatuh ke belakang. Jangan mengharapkan memulai bisnis dan kemudian berjalan ke dalam bank dan mendapatkan uang. Pemberi pinjaman tradisional tidak seperti ide baru dan tidak seperti bisnis tanpa pembuktian track records.
9. Jadi lah profesional semenjak memulai. Segala sesuatu tentang Anda dan cara Anda menjalankan bisnis membuat orang-orang tahu bahwa Anda seorang profesional yang menjalankan sebuah bisnis yang serius. Ini berarti mendapatkan semua pelrengkapan seperti kartu bisnis profesional, telepon bisnis, dan alamat email bisnis, dan memperlakukan orang secara profesional, cara yang sopan.
10. Jalankan hukum dan keluarkan pajak dengan benar pada kali pertama. Hal tersebut lebih sulit dan lebih mahal dibandingkan mengerjakannya setelah itu. Apakah bisnis anda butuh teregistrasi? Akankah Anda harus memiliki asuransi untuk karyawan atau deal dengan pajak gaji? Akan bagaimana bentuk bisnis yang Anda pilih mempengaruhi situasi pajak pendapatan Anda? Pelajari kewajiban pajak dan hukum sebelum Anda memulai bisnis dan mengoperasikannya.
Diposting oleh
Agus Fitrianto, SPt
1 komentar
Label: Motivasi Sukses
Kekuatan Rasa Syukur
Realitas yang kita hadapi memang seringkali tidak sesuai dengan harapan. Banyak impian yang belum terwujudkan sesuai dengan keinginan. Tekanan dan tantangan hidup kian memancing kita untuk lebih sering mengeluh daripada bersyukur. Berikut ini kisah yang menginspirasi agar kita meningkatkan rasa syukur.
Diceritakan tentang seorang pengemis buta. Ia memegang sebuah papan kecil. “Saya buta, tolong bantuan!” bunyi tulisan itu. Sedihnya, banyak orang yang sudah berlalu lalang di depannya, tetapi sangat sedikit orang yang rela membagikan recehan mereka kepada pengemis tersebut.
Seorang pemuda memAndang penuh iba, lalu berinisiatif mengganti tulisan di papan tulis tersebut. Tak berselang lama, hampir semua orang yang lewat selalu membagikan uang mereka. Sungguh dahsyat kekuatan kalimat yang ditulis pemuda itu sehingga membuat hati banyak orang tersentuh. “Hari ini sangat indah sekali, tapi saya tidak bisa lihat,” itulah bunyi kalimat tersebut yang penuh dengan rasa syukur.
Dari kisah tersebut saya ingin mengatakan bahwa sikap dan kata-kata yang muncul dari hati penuh rasa syukur akan berbeda. Sikap dan kata-kata itu akan terasa lebih indah, lebih menyentuh, dan lebih dahsyat kekuatannya. Itulah mengapa kita perlu membiasakan diri bersyukur kepada Tuhan YME setiap hari atas segala yang kita miliki, entah berupa kebahagiaan, kesedihan, keberhasilan, maupun batu sandungan, dan lain sebagainya.
Bersyukur berarti berterima kasih kepada Tuhan YME atas nikmat dan kemurahan-Nya. Kalaupun harus menerima cobaan dalam bentuk kesulitan, hati yang penuh rasa syukur akan berusaha memperhatikan orang yang dalam keadaan lebih sulit atau mahkluk Tuhan YME lainnya. Pada saat itulah kita dapat merasakan sudah mendapatkan nikmat tidak terhingga dan merasa jauh lebih beruntung.
Contohnya cobalah Anda bandingkan kehidupan Anda sendiri dengan kehidupan burung yang setiap pagi terbang meninggalkan sarangnya untuk mencari makan. Hari ini burung pulang dengan perut kenyang. Esok mungkin dia kembali dengan perut agak kenyang. Tak jarang seharian tidak mendapatkan makanan dan kembali pulang dengan keadaan perut kosong. Tetapi ia tidak pernah malas atau mengeluh, meskipun kehidupannya setiap hari tidak menentu, penuh dengan tantangan bahkan ancaman.
Bersyukur adalah cara yang paling mudah dan efektif untuk mencapai kebahagiaan. Cobalah untuk meluangkan waktu sejenak mencatat kenikmatan yang sudah kita rasakan hari ini. Contohnya sampai saat ini Anda dapat bernapas dengan baik tidak sesak napas, dapat melihat dengan jelas dan tidak kabur atau katarak, dapat melangkah dengan baik tidak terseok-seok, dan lain sebagainya.
Di hati yang paling dalam kita pasti mampu menyadari seluruh nikmat yang kita peroleh di setiap detak jantung kita. Hitunglah sudah ada berapa kenikmatan dalam satu minggu ini, satu bulan, satu tahun, atau sepanjang hidup Anda? Jumlahnya pasti sangat banyak.
Bila sudah dapat merasakan keajaiban yang mengagumkan dari setiap detak jantung dan kesempatan yang begitu indah anugerah Tuhan YME yang begitu besar, cobalah untuk meningkatkan rasa syukur. Hal itu akan turut meningkatkan optimisme. Semangat kita juga akan terpacu untuk menggunakan kesempatan yang masih kita miliki untuk melakukan berbagai aktivitas positif, misalnya untuk meningkatkan kualitas kesehatan, kondisi keuangan, kehidupan sosial, spiritual, pekerjaan dan lain sebagainya.
Berusahalah untuk meningkatkan rasa syukur terhadap Tuhan YME, karena semakin pintar mensyukuri karunia-Nya semakin mudah melawan depresi. Hati yang penuh rasa syukur cenderung mengingat kejadian yang menyenangkan. Orang yang selalu bersyukur juga lebih fokus terhadap hal-hal yang positif. Sehingga mereka lebih mudah menerima dan melakukan hal-hal yang positif dalam hidup mereka.
Sibukkan pikiran memikirkan begitu banyak kenikmatan yang telah kita terima, dan mengagumi begitu indah anugerah Tuhan YME yang selama ini kita nikmati. Ungkapkan rasa syukur atas semua kenikmatan yang Anda rasakan melalui doa dan kata-kata yang baik. Aktifkan seluruh potensi yang ada di dalam diri kita untuk melakukan aktivitas yang positif semata-mata karena rasa terima kasih kepada Tuhan YME atas semua kemudahan dan kenikmatan yang Anda rasakan sepanjang hari ini.
Meskipun kenyataan yang kita terima tidak sesempurna seperti yang kita inginkan, jangan pernah mengurangi rasa syukur terhadap Tuhan YME. Zig Ziglar mengatakan, “The more you express gratitude for what you have, the more you will have to express gratitude for. – Semakin Anda mengungkapkan rasa syukur atas semua yang Anda miliki, Anda harus merasa lebih bersyukur.” Semakin kita pandai mensyukuri nikmat karunia Tuhan YME, maka kita akan semakin mudah menciptakan perubahan luar biasa, misalnya; hidup lebih tenang, perasaan lebih peka, penampilan lebih segar, dan menyenangkan, serta hidup lebih sukses dan bahagia.
aho
Diposting oleh
Agus Fitrianto, SPt
3
komentar
Label: Motivasi Sukses
Tips Membuat Diri Merasa Bahagia Setiap Saat
Apa mungkin seseorang merasa bahagia setiap saat? Tak peduli apakah ia orang kaya atau miskin, punya jabatan atau tidak, tua atau muda, sehat atau sakit, kapan saja atau di mana saja dalam semua keadaan. Jawaban dari pertanyaan itu bisa mungkin atau tidak mungkin. Anda pilih yang mana, kalau Anda punya jawaban “mungkin” ada baiknya meneruskan membaca artikel ini. Siapa tahu Anda bisa merasa bahagia setiap saat. Coba saja.
Apa sih yang disebut bahagia itu? Setiap orang memiliki jawaban yang berbeda, karena bisa membuat definisi sendiri-sendiri. Sekadar untuk menyamakan persepsi, ada baiknya saya ajak Anda untuk membuka kamus. Dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, karya Em Zul Fajri dan Ratu Aprilia Senja, ditulis bahwa bahagia merupakan keadaan atau suasana hati yang tentram dan damai, suasana hati yang bebas dari rasa susah.
Dalam pengertian bahagia seperti itu, setiap orang bisa merasakannya sesuai dengan keadaan yang diinginkan. Pemuda yang mendambakan pasangan wanita yang cantik, berkulit putih, memiliki tinggi di atas rata-rata, cerdas, dan setia, tentu akan merasa bahagia apabila pasangan yang memenuhi kriteria itu berhasil dimiliki.
Sama halnya, orang yang mengharapkan memiliki mobil BMW terbaru, ia akan merasa bahagia apabila harapan memiliki mobil BMW terbaru itu menjadi kenyataan. Demikian pula, mereka yang berjuang mewujudkan sasaran bisnisnya terpenuhi tahun ini, akan merasa bahagia apabila sasaran itu berhasil dipenuhi. Dan, masih banyak lagi contoh lain sesuai dengan keinginan dan harapan masing-masing.
Kalau keinginan, harapan, dan sasaran dapat dicapai otomatis saat itu puas, tentram, dan damai. Persoaalannya adalah bagaimana agar tetap merasa bahagia walaupun keinginan, harapan, atau sasaran tidak menjadi kenyataan?
Kebahagiaan terkait dengan perasaan. Kabar baiknya, keadaan perasaan itu bisa dipengaruhi oleh pikiran, fisiologis, dan spiritualitas. Dalam perspektif ilmu pengetahuan, meminjam konsep NLP (Neuro Linguistic Programming), yang diciptakan oleh Richard Bandler dan John Grinder, bahwa untuk mengubah perasaan kita, tak peduli bagaimana keadaan perasaan saat itu, kita dapat mengubahnya dengan mengubah keadaan (state) kita, dengan cara mengubah fokus pikiran atau fisiologis kita. Dalam konteks ini tentu saja, kalau perasaan Anda sedang kecewa, sedih, malas, takut, atau perasaan yang dianggap negatif, Anda bisa mengubah seketika perasaan negatif menjadi perasaan yang positif seperti tentram, damai, dan bebas dari rasa susah.
Contohnya, ketika Anda merasa kecewa karena bisnis Anda tidak berhasil, saat itu juga Anda dapat mengubah perasaan kecewa itu menjadi bahagia. Bagaimana bisa begitu. Cara kerjanya, ketika Anda merasa kecewa, saat itu pula bisa mengubah fokus pikiran Anda dari masalah yang membuat Anda kecewa kepada masalah lain yang dapat membuat perasaan Anda bahagia. Misalnya, Anda mengingat saat-saat ketika mengalami keberhasilan dalam bisnis. Atau, bisa juga Anda mengubah fokus pikiran Anda kepada keadaan ketika Anda merasa bahagia ketika bercinta dengan pasangan Anda. Buatlah setidaknya 10 daftar pengalaman dan ide yang membuat Anda bahagia. Selanjutnya jika Anda mengalami emosi negatif, seketika Anda bisa berbahagia dengan mengingat pengalaman atau ide-ide yang membuat Anda bahagia tadi.
Cara lain yang lebih mudah, dengan mengubah fisiologis Anda. Misalnya, ketika Anda kecewa, ubahlah postur tubuh Anda seperti memandang ke atas, tertawa, jogging, mengatur nafas agar lebih teratur, meditasi, loncat tali, atau melakukan gerakan-gerakan fisik yang berbeda dari saat Anda kecewa. Dengan mengubah fisiologis Anda, perasaan Anda pun akan berubah seketika, dari emosi negatif menjadi positif.
Dalam perspektif spiritual, setiap agama mengajarkan agar kita selalu bersadar kepada kekuasaan Tuhan. Hidup adalah perjuangan untuk mengatasi masalah. Apa pun masalahnya, kita seyogianya memandang masalah itu tidak hanya dalam perspektif keilmuan saja, apalagi hanya perspektif bisnis yang ujung-ujungnya tidak lain adalah masalah materi. Kita perlu memiliki pandangan lain yang bertumpu pada iman atau perspektif spiritual.
Jika kita melandasi cara berpikir, berperasaan, berkehendak, bersikap, dan bertindak termasuk dalam berbisnis dengan landasan nilai-nilai keimanan (spiritual) maka kita akan selalu bahagia dalam menghadapi situasi apa pun dan di mana pun. Mengapa? Karena perasaan itu dalam hati, hati hanya akan terpenuhi kebutuhanya dengan nilai-nilai yang non materi atau spiritual. Itu sebabnya, masalah keimanan kepada Tuhan janganlah diabaikan.
Dalam Alquran, Allah SWT menyatakan secara tegas bahwa “Orang-orang yang beriman hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Dan, hanya dengan mengingat Allah, maka hati akan menjadi tentram.” Keimanan kepada Allah di dalamnya mengandung prinsip bahwa “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung,” (QS. Ali Imron: 173) dan “Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong” (QS. Al Anfal: 40).
Jika prinsip bersumber dari iman itu kita pegang teguh, maka tak ada kekuatan apa pun yang mampu membuat kita kecewa, sedih, takut, apa pun perasaan negatif itu. Sebaliknya, kita akan selalu dapat menikmati setiap keadaan dengan perasaan yang tentram dan damai, serta jauh dari rasa susah. Bukan hanya setiap saat, tetapi juga sepanjang waktu hidup kita.
Perlu diingat bahwa perasaan-perasaan yang negatif itu bisa menjadi beban. Kalau Anda ingin lari cepat, ke mana pun akan menuju. Sebaiknya beban itu dilepaskan dan ditinggalkan. Jika Anda tanpa beban, Anda akan mampu berlari lebih cepat menuju impian Anda. Hidup hanya sekali di dunia ini mengapa kita mesti dikendalikan oleh perasaan kecewa, sedih, dan perasan lain yang bersifat negatif. Tuhan telah memberikan semua modal dan bekal bagi kita agar dapat menikmati hidup ini. Singkatnya, Anda bisa merasa bahagia setiap saat, kenapa tidak mencoba.
Tidak usah menunggu, nanti kalau sudah sukses, baru merasa bahagia. Mari menikmati momen demi momen hidup yang kita jalani ini dengan perasaan bahagia, kapan saja, di mana saja, dan dalam keadaan apa saja, sepanjang masa hidup kita.
Untuk itu, kita bisa menggunakan tiga pendekatan, yaitu mengubah fokus pikiran, mengubah keadaan fisiologis, serta senantiasa mengingat Allah.[sw]
Diposting oleh
Agus Fitrianto, SPt
3
komentar
Label: Motivasi Sukses
Teknik Mempertajam Fokus (Lanjutan)
Saat memposting bagian ini, saya baru saja keluar untuk mencari bakso krn hari ini saya merasa kangen ingin makan bakso. Saya lalu teringat ada keluarga penjual bakso di pinggir jalan depan Farm dan mess saya, tempatnya tidak terlalu besar dgn posisi tepat di pinggir jalan raya, tapi dari dulu semenjak saya tugas disini, saya selalu melihat warung ini ramai pembeli. Malah semakin berkembang karena FOKUS pada cita rasa, ukuran bakso cukup aneh dan kecepatan penyajian. Kami menyebutnya Bakso Buaya karena bentuknya yg tidak bulat lagi tetapi lonjong dan gedee sekepalan tangan orang dewasa. Kombinasi Fokus inilah yang membuat orang semakin menyukai Bakso-nya.
Dapat anda lihat, sekali lagi FOKUS, FOKUS dan FOKUS , menunjukkan kekuatannya. Baik itu pada bisnis/pekerjaan kantoran yang membutuhkan spesialisasi, hingga pada usaha seperti menjual Bakso.
Dalam skala lebih kecil, Fokus akan menjadikan kehidupan anda lebih efektif.
Yang akan saya berikan disini adalah teknik yang bukan seperti anda temukan di buku-buku manajemen populer. Di buku2 manajemen populer, anda akan menemukan hal-hal seperti menetapkan prioritas, membuat daftar pekerjaan, merancang jadwal kerja dsb. Teknik2 tersebut memang terbukti efektif, tapi bukan itu yang akan saya berikan.
Saya akan mengajak anda melatih Fokus yang dimulai dari Pikiran. Karena Fokus bermula dari pikiran. Sebuah kondisi pikiran yang tenang, terkonsentrasi dan tidak mudah di-intervensi oleh hal atau pikiran lainnya.
Jika pikiran anda untuk Fokus belum diperbaiki, mustahil untuk melaksanakan berbagai teknik manajemen populer tersebut dengan hasil yang diharapkan.
Sekarang mari kita mulai mempertajam Fokus Anda.
Latihan berikut ini akan menajamkan fokus anda jika anda rutin melatihnya :
1. Carilah posisi duduk yang nyaman (jika bisa dengan sandaran)
2. Pejamkan mata dan rileks-kan bahu serta tengkuk anda
3. Atur nafas panjang (tarif nafas panjang, tahan 2-detik, hembuskan)
4. Bayangkan melalui gambaran di pikiran anda, hitungan mundur secara cepat mulai dari 100 hingga 1 (jadi anda akan melihat dalam pikiran anda, dimulai dari angka 100 yang berganti secara cepat menurun hingga 1)
5. Jika telah selesai yang nomor 4, ulangi lagi prosesnya, setidaknya selama 5 menit (gunakan fasilitas timer atau alarm di handphone anda)
Sederhana ? jika menurut anda sederhana, anda bisa menggantinya dengan yang berikut ini :
1. Carilah posisi duduk yang nyaman (jika bisa dengan sandaran)
2. Pejamkan mata dan rileks-kan bahu serta tengkuk anda
3. Atur nafas panjang (tarif nafas panjang, tahan 2-detik, hembuskan)
4. Bayangkan lima wajah yang anda kenali, berikan "Nomor" pada dahinya (1,2,3,4,5), kemudian bayangkan secara bergantian dan berurutan terbalik, wajah ke-5,ke-4,ke-3,ke-2,ke-1 , semuanya total sebanyak 20 kali
5. Jika telah selesai yang nomor 4, ulangi lagi prosesnya, setidaknya selama 5 menit (gunakan fasilitas timer atau alarm di handphone anda)
Ok, sekarang jika anda dapat melakukan salah satu atau dua-duanya secara tepat tanpa kesalahan satupun, maka selamat, anda sudah memiliki fokus yang baik dan efektif. Namun jika masih terdapat kesalahan, hal itu wajar, dan tentu dapat anda perbaiki dengan berlatih secara rutin. Anda akan menemukan dan melihat bahwa melakukan latihan diatas tidaklah se-sederhana yang anda kira.
Teknik diatas telah diajarkan oleh rekan-rekan sesama pelatih fokus pada ribuan orang melalui personal training, buku, dan artikel. Dan disinilah saya menekankan pada anda bahwa Fokus adalah sebuah mindset dan kondisi pikiran yang terlatih untuk senantiasa tenang, konsentrasi dan tidak mudah ter-intervensi oleh pikiran lainnya.
Jika teknik-teknik diatas sudah dapat anda latih dengan lancar, anda akan melihat semakin hari Fokus anda semakin membaik. Dan berikutnya anda dapat mulai menggunakan teknik manajemen fokus populer dengan hasil yang optimal.
Ringkasan Cara Mempertajam Fokus Anda :
1. Latihlah Fokus Pikiran seperti yang saya berikan diatas
2. Lakukan Latihan, Latihan dan Latihan kapanpun anda ada waktu
3. Setelah fokus pikiran anda semakin tajam...
4. Lakukan teknik manajemen fokus populer seperti
- Menetapkan Prioritas Tugas
- Membuat Daftar Pekerjaan yang anda sukai
- Menjadwalkan Waktu untuk Prioritas dan Daftar
Nah, sudah cukup saya menulis ini, dan sekarang giliran Anda-lah yang membuktikannya, hayati dan rasakan manfaatnya. Semoga Anda memperoleh Fokus Anda! Amien.
Diposting oleh
Agus Fitrianto, SPt
0
komentar
Label: Motivasi Sukses
Pentingnya Mempertajam Fokus
Catatan -- Jika anda merasa telah mengetahui mengapa fokus penting, silahkan lompati Artikel ini)
Fokus adalah kunci kesuksesan anda, selain Doa, yang dipercaya dan dibuktikan oleh jutaan orang yang telah berhasil mencapai sukses berbagai hal yang mereka rencanakan dan lakukan. Tapi Fokus itu harus dilatih dan dipertajam.
Jadi, Mengapa Mempertajam Fokus itu Penting ? Jawabnya adalah agar kehidupan anda menjadi lebih efektif. Mau buktinya ? Mari kita lihat dengan pertanyaan2 retoris ini...
...sudah berapa kali anda mengalami situasi stress karena pekerjaan yang seakan-akan bertumpuk dan membutuhkan waktu panjang untuk menyelesaikan ?
...sudah berapa waktu anda habiskan untuk mempelajari dan mengolah sebuah materi informasi baru berupa buku dan laporan, tapi anda merasa sepertinya materinya rumit dan anda pusing dibuatnya ?
...sudah berapa kali anda mengorbankan waktu untuk bersantai & beristirahat bersama keluarga, hanya untuk mengerjakan pekerjaan lembur yang tidak dapat anda kerjakan di kantor ?
...berapa kali anda mengalami hari-hari penuh lelah dan tekanan untuk mengejar deadline pekerjaan ?
Daftar Pertanyaan2 retoris ini bisa sangat banyak, bahkan anda dapat membantu saya untuk menambahkannya.
Dan pertanyaan2 retoris ini, yang bila anda jujur menjawabnya, adalah indikasi bahwa kehidupan anda berjalan efektif atau kurang efektif.
Kehidupan yang Kurang Efektif akan menjebak anda dalam Lingkaran Setan. Waktu anda semakin terkuras, energi anda terkuras, kebahagiaan memudar, kesehatan menurun dan akhirnya memunculkan berbagai penyakit fisik dan psikis.
Sebaliknya, kehidupan yang Efektif menjadikan anda lebih berdaya-guna. Anda dapat mempunyai lebih banyak waktu luang, anda dapat memulai usaha/hobi/aktivitas yang anda inginkan, anda dapat berbagi kebahagiaan bersama keluarga, kesehatan anda stabil, dan berbagai peluang serta kesempatan akan lebih mudah anda raih.
Itulah sebabnya saya menginspirasikan anda untuk mengambil tindakan saat ini juga : Mempertajam dan selalu mempertajam Fokus anda !
Diposting oleh
Agus Fitrianto, SPt
2
komentar
Label: Motivasi Sukses
Kekuatan Dalam Apa Yg Kamu Abaikan
Mempunyai seorang sahabat sungguh menyenangkan apalagi jika pemikiran di antara pasangan sahabat itu bisa ‘nyambung’. Sahabat saya adalah seorang yang enak dan nyambung diajak ngobrol, pada setiap kesempatan, obrolan kami selalu bermutu, tapi sayangnya walaupun saya menikmai kebersamaan dengannya, saya meninggalkannya dengan perasaan kurang bersemangat.
Saya selalu memikirkannya, saya menyadari bahwa sahabat saya ini adalah seorang yang kerap akhir-akhir ini mengabaikan semua buku, konsep, guru, atau cara-cara motivasi yang pernah dibaca atau didengarnya. Selalu saja dia berkata, “ Aku sudah tidak mempan dengan semua buku-buku dan konsep motivasi itu, sudah sering baca begituan, paling isinya sama juga.”
Dia bukanlah orang yang benar-benar negatif atau dengan sengaja bersifat kritis. Ia hanya menginginkan sesuatu yang benar-benar bekerja dalam kehidupannya.Tetapi, secara tidak sadar ia mengabaikan segala sesuatu yang terjadi padanya.
Ketika kita mengabaikan orang-orang atau ide-ide karena seluruh dunia tidak setuju dengan hal tersebut, kita bisa saja benar. Dengan mengabaikan apa yang sebenarnya bisa bekerja, kita menghambat perkembangan diri kita sendiri. Kita mengabaikan segala kemungkinan.
Pengabaian seringkali adalah suatu cara untuk membelokkan pesan. Hal itu merupakan mekanisme pembelaan diri. Jika anda mengabaikan buku, ide, atau metode yang ditawarkan pada anda. Anda mungkin benar, bahwa itu hanya sekumpulan kertas kosong hasil plagiat dan banyak orang lain yg akan menganggapnya sama. Tapi perlu diketahui juga bahwa dengan penolakan itu, anda juga tetap berada di tempat anda sekarang khan, tidak kemana-mana, tidak ada kesembuhan semangat.
Banyak orang-orang sukses telah menerima metode-metode baru dalam kehidupan mereka selama bertahun-tahun, menghabiskan jutaan rupiah dalam bidang pengembangan dirinya, dan tidak pernah menyesali hal itu.
Jadi, kunci sebenarnya bukanlah mengabaikan, atau menolak, melainkan Mencerna. Misalnya, sahabat saya mengeluhkan kenapa kehidupannya berjalan lambat, kuliah udah over limit, dituntut cepet selesai, dosen pembimbing skripsi lambat revisi, gak punya laptop, apalagi tuntutan segera menikah saban hari muncul menyebalkan, mencoba bisnis internet juga masih lambat pemasukannya. Fuih, saya jadi ikut merasakan bagaimana keadaannya tidak cukup baik sekarang.
Lalu saya berkata kepadanya untuk mencoba menumbuhkan motivasi dirinya, baca postingan diblog saya tentang teori kepepet, dengan keadaan yang serba kepepet seperti itu, diburu waktu, tidak ada salahnya sedikit memaksa tubuh untuk bekerja ekstra siang dan malam hanya dalam beberapa bulan hingga, paling tidak kuliah bisa beres, dan akan bagus lagi kalau usaha internet juga jalan dan mulai memberikan hasil. Semua hal seperti itu butuh kerja keras bukan, akan sangat lelah memang tapi akan memberikan hasil lebih cepat. Betul tidak?
Namun apa yang dilakukan sahabat saya ini, dia mengabaikan postingan saya dan menganggap sebagai sesuatu yang sudah pernah di dengar sebelumnya, hanya menulis sebuah pujian kata di buku tamu tentang blog saya, yah walaupun itu menyenangkan saya, tapi tidak cukup memuaskan saya untuk membantunya termotivasi segera lepas dari status mahasiswa.
Manusia seringkali menyabot hal-hal yang diingikannya sendiri dengan mengabaikan hal-hal yang baik, tidak membayangkan mungkin saja hal yang luar biasa itu akan terjadi dari respon kita terhadap hal kecil yang kita abaikan tersebut.
Intinya bukan kita selalu membaca/mendengar setiap hal yang ditawarkan pada kita, tetapi kita janganlah mengabaikan segala sesuatu yang datang kepada kita. Kadang kala pengabaian adalah sebuah topeng. Hal itu merupakan cara halus ‘pikiran’ dalam menyabotase respon tubuh kita sendiri dalam setiap usaha, membuat kita tetap jalan ditempat. Untuk berkembang, kita harus membuka pikiran.
Sekali lagi, Anda adalah otoritas tertinggi dalam kehidupan Anda. Selamilah diri dan lakukanlah apa yang benar bagi diri Anda seharusnya. Dan ketika melakukannya, waspadalah kepada saat-saat ketika Anda mungkin mengabaikan saran-saran metode selanjutnya yang menghampiri Anda dalam membangun motivasi. Runtuhkanlah benteng ego pemikiran Anda, dan biarkanlah solusi kehidupan selalu memasuki diri Anda.
Diposting oleh
Agus Fitrianto, SPt
1 komentar
Label: Motivasi Sukses
Persepsi Dalam Motivasi Kehidupan
Dari dulu saya benar-benar tidak bisa menahan untuk selalu membagikan pemikiran yg saya dapatkan ini, khususnya tentang teori persepsi manusia yang kelihatannya itulah yg mengendalikan diri kita selama ini.
Jadi saya mohon maaf jika ada yang merasa bosan dengan penjelasan ini, tujuan saya hanya ingin membuat anda ikut memahami apa yg sebenarnya saya pahami ini, cuman kadang saya sdr merasa sulit untuk menyampaikannya, terutama lewat obrolan langsung, shg saya memilih jalur yang lebih mudah yaitu lewat tulisan ini. Terbukti pada sahabat saya yang bilangnya gak mempan lagi terhadap segala macam bentuk motivasi. Sehingga membuat saya berpikir lebih giat dalam memotivasi, tidak mempan lewat omongan, akan saya turunkan tensi saya dan mencobanya lagi lewat tulisan.
Semua ini berawal dari hasrat setiap orang yg ingin memperoleh kehidupan lebih baik secara financial, saya tidak akan membicarakan caranya, tapi adalah tentang sikap kita yang akan mempengaruhi proses pencapaian financial tersebut.
Sebenarnya bagaimanakah persepsi itu dianggap sebagai faktor yang menciptakan kehidupan manusia, terutama bagaimana manusia itu merasa cukup atau tidak atas pencapaian kehidupannya? Contoh pemikiran sederhananya sih seperti ini lho..
Jika kita berfokus pada kekurangan, kita akan semakin kekurangan. Jika kita berfokus pada kekayaan, kita akan menjadi lebih kaya. Jika kita berfokus pada alas an, kita akan menarik lebih banyak hambatan. Persepsi kita menjadi magnet yang menarik kita kea rah yang kita inginkan.
Jadi dalam hidup, kita harus menetapkan sebuah tujuan yang kita pilih secara yakin / sadar. Jika tidaklah memilih tujuan Anda dengan sadar, Anda akan pergi ke arah yang diinginkan bawah sadar Anda. Psikolog Swiss ternama Carl Jung berkata, : Sebelum Anda membuatnya sadar, bawah sadar Anda akan mengarahkan kehidupan Anda dan Anda sendiri akan menyebutnya sebagai Nasib.”
Sehubungan dengan itu, kebanyakan dari kita berada dalam kendali otomatis. Kita hanya belum menyadari bahwa kita dapat memegang kendali. Mengetahui apa yang kita inginkan akan membantu kita mengarahkan kehidupan kearah yang diinginkan.
Diposting oleh
Agus Fitrianto, SPt
0
komentar
Label: Motivasi Sukses
KePePeT iTu LuAr BiAsa EnErgYnya
Hihi..lucu juga dengan pemikiran ini, karena semua orang pernah mengalami, yang disebut keadaan kepepet dan tentunya kalau disadari pasti keadaannya akan berbeda dengan saat kita tidak merasa sedang kepepet. Hingga, bisa diibaratkan, saat kondisi kepepet karena lapar pun, seekor kucing bakalan memakan sekeranjang rumput.
Kadang, tanpa kita sadari. Kita hidup dalam garis ketidakpastian. Orang bijak mengatakan hidup ini seperti roda. Kadang di atas, kadang juga di bawah. Karena itu, jangan heran. Jika suatu saat Anda menjumpai orang yang dulunya kaya raya, kini menghilang entah ke mana. Pun, jika suatu saat Anda menjumpai orang yang dua tahun lalu biasa-biasa saja, kini berubah menjadi orang yang berhasil dalam usaha. Kadang, kita juga melihat orang yang sangat sukses jadi pengusaha, justru berawal dari keterdesakan ekonomi, sebagaimana kisah di atas.
Memang, jika kita mau melihat sekitar kita, kejadian seperti itu tak jarang terjadi. Karena kepepet, karena keterdesakan ekonomi, karena keterpaksaan, orang justru menemukan hal baru yang "menyelamatkan" dirinya dari keterpurukan. Kalau istilah saya, "The power of kepepet" alias kekuatan yang muncul karena keterdesakan kondisi. Bagaimana bisa?
Begini. Kadang, saat akan memulai usaha, ada satu hal yang sering jadi ketakutan banyak orang, yakni kegagalan. Gagal kadang jadi momok yang menakutkan semua orang. Kita takut dicap jadi orang gagal. Orang gagal adalah orang kalah. Hal itulah yang membuat kita selalu mencoba menghindari kegagalan. Kalau bisa, jangan sampai gagal. Begitu juga yang muncul di benak banyak orang jika hendak memulai usaha. Siapa sih yang mau rugi kalau buka usaha? Kita juga akan selalu berusaha menghindari yang namanya kesusahan. Itu adalah fitrah manusia.
Tapi, yang terjadi sudah pasti tidak akan selalu mulus sebagaimana dambaan setiap orang. Ini yang harus disadari tiap orang. Coba, kalau dulu waktu belajar berjalan kita selalu takut jatuh. Barangkali, sampai sekarang kita tidak bisa berjalan. Atau, waktu masa kecil dulu ketika belajar naik sepeda. Berapa kali kita harus terjatuh dan luka agar bisa naik sepeda? Jadi, kita pasti melalui proses belajar dari jatuh, luka, dan gagal itu.
Kalau dianalogikan dengan jatuhnya seseorang ke dalam jurang, mungkin ia akan tersangkut beberapa kali, sampai akhirnya benar-benar jatuh ke dasar jurang. Nah, kalau sudah sampai ke dasar, yang benar-benar dasarnya jurang, apa pilihan dia? Satu-satunya pilihan adalah naik bukan? Sebab, tidak mungkin lagi kita akan jatuh ke tempat yang lebih dalam karena itulah dasarnya jurang. Begitu juga dengan kegagalan. Kalau gagal terus, suatu saat kita akan sampai ke "jatah" gagal kita yang terakhir. Kalau sudah begitu, pilihan kita hanya satu, naik alias bersiap menuju sukses.
Itulah yang saya istilahkan "The power of kepepet". Yah, begitu juga dalam menjalankan usaha. Jika kita terbiasa menghadapi kegagalan, kita justru akan terbiasa pula melihat peluang lain yang kadang tak kita lihat saat sedang dalam kondisi normal. Tentu, kita tidak ingin untuk menemukan ide cemerlang hanya jika dalam kondisi kepepet. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana selalu bisa memunculkan potensi – seperti saat kepepet – setiap saat, meski tidak dalam kondisi terdesak.
Diposting oleh
Agus Fitrianto, SPt
5
komentar
Label: Motivasi Sukses
Rekayasa Keuangan Tukang Ojek
Kali ini saya sekadar ingin berbagi cerita mengenai keterkejutan saya soal bagaimana seorang tukang ojek melakukan rekayasa keuangan (financial engineering). Sebagai catatan awal, saya tidak ingin memberikan penilaian (judgment) moral apa pun atas orang yang saya ceritakan berikut ini. Cerita ini saya sodorkan sekadar untuk berbagi bahwa mereka yang secara umum dipandang dengan sebelah mata sekalipun ternyata memiliki kecerdasan keuangan sekelas dengan mereka yang namanya menghiasi halaman-halaman koran ekonomi.
Sekitar November tahun silam saya memesan tukang ojek langganan, Pak Nikmat namanya, via telepon. Saya harus berangkat ke studio kerja (yang masih berada di kompleks yang sama dengan tempat tinggal saya) dengan ojek, tidak dengan sepeda seperti biasanya, karena harus membawa buku dalam jumlah yang cukup banyak.
Kurang dari lima menit setelah ditelepon Pak Nikmat datang, kali ini dengan sepeda motor baru merek Jepang buatan dalam negeri. “Wah, baru nih Pak, motornya…,” saya membuka pembicaraan.
“Ah, cuma barang gadean, Pak…,” dia menjawab dengan mimik biasanya, malu-malu.
“Lho, barang baru ada yang gadein?” saya sampaikan rasa penasaran saya.
“Orangnya memang seneng begitu, Pak.”
“Maksudnya?”
“Kredit motor, terus digadein…”
Saya penasaran. Jadi setelah nangkring di sadel bagian belakang motornya saya terus mencoba mengorek apa yang dimaksud dengan “orangnya senang begitu… kredit motor terus digadein”.
Dalam perjalanan ojek yang tidak terlalu lama itu saya berhasil mengorek sejumlah informasi dari Pak Nikmat, informasi yang membuat saya geleng kepala, mengagumi cara kerja orang yang disebutnya sebagai temannya itu.
“Orangnya nembak dua tingkat Pak…,” katanya memulai cerita. Menurut dia, teman itu, sebut saja Udin Peang, mengambil kredit sepeda motor dengan “modal” uang muka Rp500.000. Setelah motor didapat, dia tidak langsung menggunakan motor itu, tetapi menggadaikannya pada Pak Nikmat seharga tiga juta rupiah. Uniknya, uang gadai ini nilainya tetap, tapi periodenya fleksibel. Sang empunya motor boleh mengambil motornya kapan saja dengan uang tiga juta rupiah. Loh, kok tanpa bunga? “Kan saya sudah pakai motor ini. Kalau dianggurin memang rugi, tapi kalau buat ngojek ya enggak, Pak…”
Itu tembakan tingkat satu.
Tembakan tingkat duanya adalah, dari uang gadai tiga juta itu dia mengambil yang satu juta rupiah untuk membeli dua sepeda motor lainnya. Anda tahu apa yang dilakukannya kemudian? Dua sepeda motor baru itu “dikaryakan” pada adik dan sepupunya dengan setoran harian. Menurut perhitungan Pak Nikmat, setoran dari dua sepeda motor ini cukup untuk membayar cicilan tiga sepeda motor sekaligus setiap bulan.
“Dia sendiri ngapain sekarang?”
“Dia nggak ngojek lagi, Pak… Katanya sih mau jualan bakso. Bakso sama bumbu jadi dia ambil dari Cileduk pakai modal yang dua juta itu…”
Saya tidak bisa bertanya lebih lanjut karena saya sudah sampai ke tempat kerja saya. Tetapi saya dibuat termangu-mangu untuk waktu yang lama. Bahkan seringkali, terutama ketika menulis artikel keuangan, saya selalu teringat pada cerita Pak Nikmat. Ada rasa penasaran ingin berkenalan dengan sang financial-engineer tersebut. Tetapi, saya menunda keinginan itu karena pelajarannya sudah bisa dirumuskan: (1) Ternyata modal kecil bukan masalah, (2) Jangan sepelekan kecerdasan finansial “orang kecil”, (3) Kecerdasan finansial hanya akan efektif kalau disertai dengan keberanian dan aksi.
Bayangkan, dengan modal lima ratus ribu rupiah ada tiga sepeda motor yang produktif, ada tiga pengojek mendapat kesempatan kerja, dan ada satu warung bakso (entah berapa pun skalanya) dengan minimal satu tenaga kerja. Ck…ck…ck…[her]
* Her Suharyanto, editor ekonomi.
Hebat juga tukang ojeknya ya, saya jelas gak mau kalah dengan tukang ojek itu. Kalau dia masih membutuhkan modal uang ratusan ribu untuk memperoleh pendapatan, maka akan saya menawarkan sebuah rekayasa keuangan untuk memperoleh pemasukan dengan modal lebih rendah lagi, 150 ribu, dan potensi keuntungan puluhan juta. Yang ingin mencoba mencari penghasilan tambahan silakan daftarkan saja akun anda secara gratis DISINI
Diposting oleh
Agus Fitrianto, SPt
0
komentar
Label: Motivasi Sukses
Bagaimana Merubah Hidup Menjadi Indah
Saat renovasi rumah, si empunya rumah sudah merencanakan memasang sebuah lukisan potret keluarga di ruang tamu yang telah ditatanya dengan indah. Lukisan itu telah dipesan melalui seorang seniman pelukis wajah yang terkenal dengan harga yang tidak murah. Tetapi, saat lukisan itu tiba di rumah dan hendak dipasang, dia merasa tidak puas dengan hasil lukisan dan meminta si pelukis merevisiya sesuai dengan gambar yang dibayangkan.
Apa daya, setelah diperbaiki hingga ketiga kalinya, tetap saja ada sesuatu yang tidak disukai pada lukisan tersebut sehingga setiap si pemilik rumah melintas ruang tamu, selalu timbul ketidakpuasan dan kekecewaan. Itu sangatlah mengganggu pikirannya. Menjadikan dirinya tidak senang, uring-uringan, jengkel, kecewa dan sebal dengan ruang tamunya yang indah itu. Semua gara-gara sebuah lukisan!
Suatu hari, datang bertamu satu keluarga sahabat ke rumah itu. Sahabat ini termasuk pengamat seni yang disegani di lingkungannya. Saat memasuki ruang tamu—setelah bertukar sapa begitu akrab dengan tuan rumah—tiba-tiba mereka bersamaan terdiam di depan lukisan potret keluarga itu. Si tuan rumah buru-buru menyela, “Teman, tolong jangan dipelototi begitu, dong. Aku tahu, lukisan itu tidak seindah seperti yang aku mau, tetapi setelah di revisi beberapa kali jadinya seperti itu, ya udah lah, mau apalagi?”
“Lho, apa yang salah dengan lukisan ini? Lukisan ini bagus sekali, sungguh aku tidak sekedar memuji. Si pelukis bisa melihat karakter objek yang dilukisnya dan menuangkan dengan baik di atas kanvas, perpaduan warna di latar belakangnya juga mampu mendukung lukisan utamanya. Betul kan, Bu?” tanyanya sambil menoleh kepada istrinya.
“Iya, lukisan ini indah dan berkarakter. Jarang-jarang kami melihat karya yang cantik seperti ini. Kamu sungguh beruntung memilikinya,” si istri menambahkan dengan bersemangat. Kemudian, mereka pun asyik terlibat diskusi tentang lukisan itu.
Setelah kejadian itu, setiap melintas di ruang tamu dan melihat lukisan potret keluarga itu, dia tersenyum sendiri teringat obrolan dengan sahabatnya. Kejengkelan dan kemarahannya telah lenyap tak berbekas.
Pembaca yang budiman,
Jika sebuah lukisan tidak bisa diubah atau banyak hal lain di luar diri kita yang tidak mampu kita ubah sesuai dengan keinginan kita atau selera kita, maka tidak perlu menyalahkan keadaan! Karena sesungguhnya, belum tentu lukisan atau keadaan luar yang bermasalah, tetapi cara pandang kitalah yang berbeda. Jika kita tidak ingin kehilangan kebahagiaan maka kita harus berusaha menerima perbedaan yang ada.
Dengan mengubah cara berpikir kita yang di dalam, tentu kondisi di luar juga ikut berubah.
Marilah kita pelihara semangat dan kebahagiaan kita, bukan dengan mengubah dunia sesuai dengan keinginan kita, tetapi menerima perubahan dengan cara mengubah yang ada di dalam diri kita terlebih dulu.
Diposting oleh
Agus Fitrianto, SPt
1 komentar
Label: Motivasi Sukses
Menjadi Pemasar Sukses Dengan 3P
“He who reigns within himself, and rules passions, desires, and fears, is more than a king. – Mereka termasuk orang-orang yang lebih baik dibandingkan raja, karena dapat mengontrol diri mereka sendiri, mampu mengarahkan keinginan ke arah yang positif, dan pandai mengendalikan ketakutan mereka.”
~ John Milton
John Milton menandaskan bahwa kesuksesan benar-benar membutuhkan kesiapan mental dan optimisme, meliputi semangat, keuletan dan kesabaran. Ketiga hal itu dapat dipupuk melalui berbagai cara, misalnya melalui keluarga, lingkungan sosial yang kondusif, maupun dari berbagai sarana misalnya dari film. Dua film berikut ini berasal dari kisah nyata dan telah menjadi inspirasi banyak orang untuk meraih keberhasilan khususnya di bidang pemasaran.
Dalam sebuah film berjudul Door To Door (2002) dikisahkan tentang seorang tokoh bernama Bill Porter. Ia dilahirkan dengan cacat bawaan bernama cerebral palsy, di antaranya ia mengalami gangguan fungsi tangan kanan dan berjalan pincang. Ia pun sulit berbicara, dan kalaupun dapat berbicara selalu meneteskan air liur. Tetapi dengan penuh kasih sayang ibunya selalu memberikan motivasi. Alhasil, meskipun tumbuh menjadi pemuda yang cacat, tetapi Bill Poter mempunyai ketekunan, kesabaran, dan semangat yang tinggi.
Hanya bermodal semangat, Bill Poter memberanikan diri melamar pekerjaan sebagai seorang pemasar di sebuah perusahaan terkenal, The Watkins. Dengan tegas pihak perusahaan menolak lamarannya. Mereka menjadikan keterbatasan fisik Bill Poter sebagai alasan.
Tak ingin mengecewakan sang ibu, Bill Poter berusaha menawarkan diri menjadi pemasar di wilayah yang tidak diinginkan pemasar lainnya. “Apalah ruginya jika Anda memberi saya lokasi yang tidak berpotensi?” katanya pada saat menawarkan diri. Pihak perusahaan melihat semangat dalam diri Bill Poter, sehingga ia pun diterima bekerja di perusahaan tersebut.
Dengan penuh kesabaran, ketekunan dan semangat ia menekuni profesinya. Setiap hari Bill Porter naik bus menuju wilayah pemasaran yang dimaksud. Kemudian ia berusaha mencari dan melayani konsumennya, meskipun untuk itu ia harus berjalan kaki sepanjang 8 sampai 10 mil.
Dalam menjalankan tanggung jawab sebagai seorang pemasar, ia pun berusaha menjalin hubungan baik dengan penduduk di wilayah pemasarannya. Kesabaran dalam menjalin hubungan baik menjadikan dirinya semakin mengenal penduduk di wilayah tersebut. Dengan mudah pula ia mendapatkan akses informasi, misalnya tentang Peter yang sudah pindah ke kota lain, anak perempuan Stephen yang sudah menikah dengan putra keluarga John dan lain sebagainya.
Tak nampak sedikit pun rasa lelah di wajahnya. Meskipun ia dihadapkan pada berbagai bentuk tantangan, misalnya berupa penolakan, kritik, cemooh, dan kerasnya persaingan. Ia menjalani semua itu dengan senang hati, seperti yang telah diajarkan oleh ibunya.
Ia begitu tekun, sabar dan bersemangat menjalankan profesinya. “I like to be a salesman. – Saya senang menjadi salesman!” kata Bill Poter. Pada saat ia dirawat di sebuah rumah sakit pun, Bill Porter masih berusaha menawarkan produk kepada seorang pasien di sebelah ranjangnya.
Ada sebuah kisah menarik dalam perjuangan Bill Poter memasarkan produk. Seorang calon konsumen memberinya sebuah hadiah sebagai bentuk rasa iba atas kondisinya. Tetapi, dengan halus Bill Poter menolak pemberian tersebut. “Saya adalah seorang salesman bukan pengemis yang sedang meminta belas kasihan,” katanya. Dapat kita lihat bahwa cacat fisik yang ia derita sama sekali tidak membuatnya mengurangi ketekunan dan semangat juang Bill Poter atau berusaha meminta belas kasihan orang lain.
Dengan modal ketekunan, kesabaran, dan semangat juang yang sangat tinggi ia berhasil menjadi pemasar yang cukup sukses. Ia mendapatkan sebuah penghargaan The Best Salesman of The Year dari The Watkins sebagai sales terbaik. Ia juga mendapatkan penghargaan dari The National Council on Communicative Disorders yang saat itu disampaikan oleh John Glenn pada tahun 1998. Kisahnya bahkan pernah dimuat dalam majalah The Readers’ Digest.
Tak ada yang istimewa dalam diri Bill Poter, selain kekurangan pada fisiknya yang cacat. Tetapi ia memiliki ketekunan, kesabaran dan semangat yang begitu besar untuk terus mencoba, dan telah menjadi modal utama keberhasilannya. “Most of the important things in the world has been accomplished by people who have kept on trying when there seemed to be no hope at all. – Sebagian besar hal-hal penting di dunia ini diciptakan oleh orang-orang yang terus mencoba meskipun realitas semula tak menampakkan harapan sama sekali,” kata Dale Carnegie. Bahkan sampai saat ini, di usianya yang telah mencapai 75 tahun, Bill Poter masih saja aktif menjalankan profesinya melalui internet.
Semangat, ketekunan, dan kesabaran merupakan modal utama kesuksesan Bill Poter. Ketiga faktor itu pula menjadi modal keberhasilan Chris Gardner, seorang tokoh dalam sebuah film berjudul The Pursuit of Happiness (2006). Film yang dibintangi oleh Will Smith dan anak kandungnya sendiri, Jaden, merupakan kisah nyata.
Dikisahkan sumber penghasilan Chris Gardner hanyalah berasal dari keuntungan penjualan produk kesehatan. Tetapi penghasilannya jauh dari cukup, sehingga memicu konflik dengan istrinya. Sang istri meninggalkan Chris Gardner dan putranya untuk mencari pekerjaan di New York. Selanjutnya Chris Gardner terpaksa bekerja sambil mengasuh anaknya.
Kemudian Chris magang di sebuah perusahaan saham. Selama 6 bulan bekerja dalam masa percobaan, Chris sama sekali tidak mendapatkan gaji. Padahal persaingan kerja yang begitu ketat belum tentu memberinya kesempatan menjadi pegawai tetap di perusahaan tersebut.
Tak hanya itu, Chris kerap direndahkan. Atasannya sering meminta Chris melakukan pekerjaan seorang pembantu, misalnya menyediakan kopi dan makanan, atau mencarikan tempat parkir mobil. Tetapi ia menjalani semua itu sebaik mungkin, tanpa keluhan atau rasa letih.
Sementara untuk menghidupi anak dan dirinya sendiri ia terpaksa menjual barang-barang dagangannya berupa alat-alat kesehatan. Tetapi hasil penjualan itu tak dapat menutupi kebutuhan sewa kamar, sehingga ia diusir dan terpaksa bermalam di kamar kecil di stasiun kereta api bersama anaknya yang berusia 5 tahun. Jika sedang mujur, terkadang ia mendapatkan tempat menginap sementara di sebuah rumah singgah milik pemerintah.
Hanya dengan kesabaran, keuletan, dan semangat yang tinggi Chris mampu bekerja dengan baik. Kemudian ia diangkat menjadi salah seorang pialang saham di perusahaan tersebut. Dengan ketiga faktor itu pula ia mencoba merintis karirnya hingga mampu mencapai kesuksesan luar biasa di Chicago, USA.
“You got a dream, you got to protect it. People tell you, you can’t do something, it’s because they can’t do it. You want something, go get it! – Jika kamu mempunyai impian, maka kamu harus menggenggam impianmu itu erat-erat. Orang lain dapat menilai dirimu tak akan mampu melakukan sesuatu, itu karena mereka sendiri tak dapat melakukannya. Jika kamu menginginkan sesuatu, maka segera wujudkan!” begitu kata Chris pada suatu hari kepada anaknya. Chris telah menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat luas di Amerika dan sempat diundang dalam acara Oprah Winfrey Show.
Bill Porter dan Chris Gardner tidak mempunyai kelebihan khusus, kecuali memiliki kualitas 3 P (passion/semangat, patience/kesabaran, dan persistence/keuletan). “You're not obligated to win. You're obligated to keep trying to do the best you can every day. – Anda tidak diminta untuk selalu menang. Tetapi setiap hari Anda hanya bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik,” kata Marian Wright Edelman. Dengan ketiga faktor itu mereka mampu melakukan pekerjaan sebaik mungkin dan mendapatkan hasil maksimal.[aho]
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com.
Diposting oleh
Agus Fitrianto, SPt
0
komentar
Label: Motivasi Sukses
Pensiun DaN Waktu
Selama ini begitu gencar didengungkan motivasi dan teknik pensiun di usia muda. Hal itu mendorong banyak orang berupaya lebih keras untuk meningkatkan kualitas kehidupan mereka. Satu hal yang tentu sangat membahagiakan karena mereka begitu termotivasi untuk mencapai kebebasan waktu dan keuangan dalam usia relatif muda, misalnya di usia 30 – 40 tahun.
Tetapi banyak juga orang-orang yang salah mengartikan makna pensiun muda. Mereka mengira setelah mencapai kebebasan waktu dan keuangan di bidang tertentu dalam usia relatif muda, maka mereka akan pensiun. Dalam artian mereka tidak perlu lagi menjalankan tanggung jawab apa pun. Mereka mengira setelah sebuah standar hidup yang mereka inginkan tercapai, maka mereka tak perlu lagi melakukan aktivitas apa pun selain bersantai ria.
Kiranya kekeliruan tersebut perlu diluruskan kembali. Karena pada dasarnya manusia itu tak ingin terus menerus santai atau hanya melakukan aktivitas yang tidak berarti. Mereka akan cepat bosan atau bahkan kehilangan tujuan hidup. Sebab manusia cenderung senang melakukan tanggung jawab tertentu yang sesuai dengan keinginannya.
Lagipula waktu terlalu mahal untuk disia-siakan apalagi untuk melakukan perbuatan negatif. Begitu mahalnya nilai setiap detik waktu dapat kita tanyakan langsung kepada para pembalap mobil atau motor kelas daerah bahkan dunia sekalipun. Sehingga masa yang kita anggap sebagai masa pensiun bukanlah alasan untuk menyia-nyiakan waktu. Alangkah baiknya jika waktu yang masih kita miliki tetap dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi terhadap diri sendiri, orang lain, keluarga, masyarakat, negara, maupun dunia.
Alasan lain agar kita senantiasa memanfaatkan waktu meskipun kita sudah memasuki masa pensiun adalah untuk menghindari berbagai macam penyakit mental, misalnya dementia, alzheimer dan lain sebagainya. Bila kita senantiasa sibuk melakukan berbagai aktifitas untuk berkarya dan berbuat baik, maka kita akan terhindar dari pikiran negatif yaitu penyebab utama berbagai penyakit mental maupun fisik. Karenanya kita harus bertekad untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
Dalam realitas kehidupan kita sudah cukup banyak orang menyadari berbagai manfaat dan pentingnya menggunakan waktu secara efektif dan efisien. Mereka memiliki kesadaran yang sangat tinggi akan nilai waktu. Tak mengherankan jika mereka tetap aktif, produktif, dan penuh semangat melakukan berbagai aktivitas meskipun sudah memasuki masa pensiun dan usia mereka telah senja.
Sebut saja, teman saya,Lily Wisuda, di usia 75 tahun beliau masih aktif memberikan pelayanan jasa akupunktur, mengurusi sebuah asosiasi. Beliau selalu menyetir mobilnya sendiri selama melakukan aktivitas yang cukup padat di wilayah Jabotabek. Alhasil meskipun berusia lanjut dan padat aktivitas, tetapi penampilannya masih selalu segar, enerjik dan mengesankan seperti 17 tahun yang lalu sewaktu pertama kali saya bertemu dengan beliau.
Di Amerika Serikat, sebagian besar dari baby boomer (kelahiran antara tahun 1946-1964) diberitakan masih aktif bekerja. Begitupun di Eropa, Australia, Selandia Baru, dan beberapa negara yang pernah saya kunjungi, mereka terlihat masih aktif bekerja di toko, supermarket, kasino, dan lain sebagainya. Salah satunya adalah Prof. John W.F. Dulles kelahiran tahun 1913, yang masih aktif mengajar dan menulis buku. Mereka menyatakan bahwa motivasi untuk tetap bekerja bukan semata-mata karena mencari uang, melainkan ingin tetap mandiri, aktif memberikan kontribusi dan memberi arti bagi kehidupannya.
Kesimpulan yang dapat saya berikan bahwasanya pensiun muda adalah cita-cita mulia, tetapi jangan sia-siakan waktu sedetik pun. Walaupun kita mungkin sudah memasuki masa pensiun, tetapi waktu yang kita miliki tetap berharga. Karena masih banyak aktivitas positif yang dapat kita lakukan dan kontribusi yang dapat kita berikan. Bergegaslah memperbarui visi, memperluas wawasan, dan berusaha memberi arti pada kehidupan kita. Kata John Bunyan, “You have not lived until you have done something for someone who can never repay you. – Kehidupan Anda tidak akan berarti sebelum Anda berbuat baik untuk orang lain yang tak akan pernah dapat membalas kebaikan Anda itu.” [aho]
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com.
Diposting oleh
Agus Fitrianto, SPt
0
komentar
Label: Motivasi Sukses
Kenapa Banyak Orang Tidak Kaya..
Faktor pertama yg menjelaskan kenapa org tidak kaya adalah keyakinan yg salah mengenai kekayaan, atau keyakinan yg saling bertabrakan antara positif dan negatif.
Otak manusia secara mendasar hanya mencari kenikmatan dan menghindari kesengsaraan. Apabila sesuatu hal dikaitkan dgn kesengsaraan, kita cenderung akan menjauhinya. apabila sesuatu hal dikaitkan dgn kenikmatan, kita kan cenderung mendekatinya. Apabila mengenai hal yg sama terdapat campur baur keyakinan, dan kita mengaitkannya sekaligus dgn kenikmatan dan kesengsaraan, otak kita jadi bingung atau netral.
Keyakinan itu bisa diibaratkan sebagai magnet. Bila keyakinan positif bercampur baur dgn keyakinan negatif terhadap sesuatu hal, tak ada lagi kutub positif dan kutub negatif terhadap sesuatu hal, lalu pikiran kita jadi bingung atau jadi netral layaknya besi biasa saja.
Ketika kita yakin bulat bahwa kaya itu positif dan miskin adalah negatif, kutubnya akan menjadi jelas dan kita akan menjadi magnet.
Pada kenyataannya, banyak orang tidak pernah menyusun keyakinannya secara sadar dari lahir sampai mati. Bila kita tidak menyusun sendiri secara sadar keyakinan yg kita perlukan untuk menjadi kaya, tanpa sadar kita akan terjajah oleh kata-kata seperti :
"Uang adalah akar dari segala kejahatan". Akibatnya, tanpa sadar pula kita tidak hendak menjadi kaya krn kita tidak ingin menjadi jahat.
Akhirnya, untuk menjadi kaya kita membutuhkan keyakinan yang kongruen bulat bahwa kaya itu baik adanya...
Tung Desem.
Diposting oleh
Agus Fitrianto, SPt
0
komentar
Label: Motivasi Sukses